Jajaran Kodim 0304/Agam melaksanakan kegiatan peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW, Tahun 1441 H / 2019 M berlangsung di Masjid Al-Hanif Kodim 0304/Agam. Acara diikuti oleh Kasdim, Para Perwira Staf, Danramil se-jajaran Kodim, para Babinsa dan anggota Persit Dim 0304/Agam, dan seluruh anggota PNS beserta keluarga besar Kodim 0304/Agam, Jum,at (15/11/2019). Kepala Staf Kodim 0304/Agam Mayor Inf Masrizal dalam sambutannya menyampaikan, Nabi Muhammad SAW adalah seorang pemimpin dan seorang panglima perang yang sepatutnya harus kita cintai dengan cara mengaplikasikan setiap tingkah laku kita di masyarakat, selaku insan prajurit mari kita senantiasa berpedoman pada ajarannya dan melaksanakan sunah-sunahnya dikehidupan sehari-hari.

Peringatan Maulid Nabi ini juga diisi dengan tausyiah oleh Ustadz Zainal S.Ag. Dalam tausiyahnya Ustadz Zainal S.Ag menyampaikan kepada kita kembali tentang arti dan makna Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Arti makna dan hikmah Maulid nabi besar Muhammad SAW menjadi penting untuk dikaji, ditelaah dan diselami agar perayaan dan tradisi untuk memperingati kelahiran baginda Nabi Muhammad tidak sebatas pada seremonial belaka, tetapi mengandung makna yang filosofis-substantif. Kata Maulid sama artinya dengan Milad yang diambil dari bahasa Arab dengan arti : “hari lahir” Peringatan terhadap kelahiran baginda Nabi Muhammad ternyata bukanlah tradisi yang ada ketika Rasul hidup. Perayaan ini menjadi tradisi dan berkembang luas dalam masyarakat dan kehidupan umat Islam dari berbagai belahan Dunia, termasuk di Indonesia, jauh sesudah Rasulullah Muhammad SAW wafat. Selama Rasul hidup ternyata tidak ada namanya tradisi Maulid Nabi, bahkan pada zaman sahabat sekalipun. Peringatan itu kali pertama dilakukan oleh Raja Irbil yang saat ini berada di wilayah Negara Irak, yakni Muzhaffaruddin al kaukabri pada sekitar abad ke-7 Hijriah. Perayaan itu dilakukan pada bulan Rabi’ul Awal dan dirayakan secara besar-besaran. Tradisi ini kemudian berkembang pesat dan luas di seluruh dunia hingga Indonesia. Pada zaman Rasul, sahabat dan sesudahnya ternyata peringatan Maulid Nabi tidak ada, setelah selang waktu sekitar 600 hingga 700 tahun kemudian, tradisi itu muncul. Karena itu, jika tidak mengerti arti, makna dan hikmah maulid besar nabi Muhammad SAW justru menimbulkan polemik, hura-hura serta seremonial saja tanpa ada makna yang substantif. Untuk itu marilah kita jaga dan tetap kita lestarikan tradisi yang telah diturunkan kepada kita dalam menjunjung tinggi kebesaran Nabi Muhammad SAW sebagai pemimpin kita umat islam.

Tujuan perayaan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1441H/2019M kita Implementasikan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari guna Mewujutkan Prajurit dan PNS TNI AD yang profesional menjadi kebanggaan rakyat.


DANDIM 0304/AGAM

PEJABAT KODIM

WEB LINK