Dalam rangka mengantisipasi berkembangnya bahaya laten komunis dan paham radikal, Kodim 0304/Agam menggelar sosialisasi Pembinaan Antisipasi Balatkom dan Paham Radikal, bertempat di Aula II Makodim 0304/Agam, Kamis (07/11/2019). Sosialisasi yang bertemakan "Melalui pembinaan antisipasi Balatkom dan paham radikal, prajurit TNI AD senantiasa waspada dan mampu mengambil langkah yang tepat dalam mengamankan dan menjaga keselamatan bangsa dan negara kesatuan republik Indonesia (NKRI) dari segala bentuk ancaman terutama bangkitnya kembali bahaya laten komunis dan paham radikal". Kegiatan tersebut diikuti anggota TNI, PNS dan Persit Kodim 0304/Agam.

Dalam kesempatannya Kepala Staf Kodim 0304/Agam Mayor Inf Masrizal sebagai Narasumber memaparkan, “Radikalisme adalah suatu ideologi (ide atau gagasan) dan paham yang ingin melakukan perubahan pada sistem sosial dan politik dengan menggunakan cara-cara kekerasan/ ekstrim. Inti dari tindakan radikalisme adalah sikap dan tindakan seseorang atau kelompok tertentu yang menggunakan cara-cara kekerasan dalam mengusung perubahan yang diinginkan. Kelompok radikal umumnya menginginkan perubahan tersebut dalam tempo singkat dan secara drastis serta bertentangan dengan sistem sosial yang berlaku.

Ideologi Komunis di larang di Indonesia karena sebagi ideologi dan gerakan pembohong dan pembantai umat manusia serta bertentangan dengan Pancasila. Namun dalam perjalanan waktu hingga saat ini, ternyata paham Ideologi Komunis masih hidup di tengah-tengah masyarakat dan terus menggalang kekuatan untuk kembali bisa melakukan aktivitas secara nyata.

Paham Komunis tidak akan pernah mati, akan tetapi hanya berubah bentuk serta akan terus berkembang dengan gaya baru. Untuk itu kita harus dapat menangkal timbulnya kembali gerakan-gerakan Komunis gaya baru, dimana gerakan komunis gaya baru telah banyak menyusup ke berbagai elemen masyarakat.

Sikap TNI AD terhadap Ideologi Kumunis adalah sesuai Tap MPRS Republik Indonesia Nomor XXV/MPRS/1966 tentang Pembubaran Partai Komunis Indonesia, Pernyataan Sebagai Organisasi Terlarang di Seluruh Wilayah Negara Republik Indonesia bagi Partai Komunis Indonesia dan Larangan Setiap Kegiatan untuk Menyebarkan atau Mengembangkan Faham atau Ajaran Komunis/Marxisme-Leninisme.

Untuk itu kita sebagai “Aparat Satkowil dan Pemerintah harus selalu hadir dan memberi solusi, serta melaksanakan Deni dan Ceni (Deteksi dini dan cegah dini) mengatisipasi bahaya laten komunis. Tegas Kasdim”.


DANDIM 0304/AGAM

PEJABAT KODIM

WEB LINK